Empati Dalam Tim

Kita tahu software engineering adalah seperti olahraga tim.

Kita harus berkomunikasi dengan baik dan bekerjasama dengan orang lain.

Meskipun seringkali kebanyakan orang yang berkecimpung di dunia pengembangan software adalah introvert.

Orang-orang yang tidak suka terlalu banyak berkomunikasi dengan manusia lainnya, bukan tidak suka orang lain ya. Tetapi memang mereka akan cepat lelah ketika kebanyakan berdiskusi.

Dan saya termasuk orang semacam itu. Saya belajar bahwa memang software engineer juga perlu belajar hal diluar koding.

Termasuk diantaranya adalah empati.

Bayangkan, saya pernah bergabung dengan tim dan ketika saya datang saya tahu banyak sekali permasalahan teknikal dan saya tahu orang-orang yang lebih dulu di sini secara skill dan experience masih jauh di bawah saya.

Kesalahan saya saat itu adalah saya menggebu-gebu ingin memperbaiki semuanya, dengan menunjukkan ke mereka di mana salahnya.

Sebetulnya mereka mungkin tahu bahwa apa yang saya katakan benar, tetapi karena cara saya salah jadi mereka cenderung resistance.

Dari situ saya belajar untuk mengerti empati dalam pekerjaan, kita tidak tahu kenapa mereka seperti itu, tekanan kerja seperti apa yang sebelumnya mereka rasakan, prioritas apa yang didahulukan oleh pemangku kepentingan saat itu.

Oleh karenanya ketika ada Software Engineer baru yang masuk ke tim kita, baik dia senior atau junior tetapi langsung frontal ingin memperbaiki semuanya, merombak semuanya. Saya mencoba untuk tenang dan menghadapinya dengan dingin, karena saya pernah di posisi seperti dia.

Saya tidak mau juga serta merta menolak ide-ide mereka.

Saya tahu mereka mungkin hanya perlu belajar berempati dan memahami big picturenya, karena prioritas dan goalnya tidak melulu soal teknis di codebase atau soal best practice, tetapi secara overall dampak terhadap bisnis harus dilihat dan itu lebih penting.

Tentu akan lebih kesal lagi ketika ternyata omongan mereka tidak terbukti ketika mereka mengimplementasikannya. Kita harus jaga ketenangan kita dan tetap moving forward profesionally, focus delivering values.


Penulis artikel
Muhammad Azamuddin
Indiehacker & Fullstack Web Developer

Muhammad Azamuddin merupakan seorang Indie hacker dan profesional fullstack web developer dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Selain itu dia juga menulis ebook best-seller buku-laravel-vue.com dan ebook lainnya di literasikode.com.

Dia juga merupakan profesional fullstack developer untuk Toptal

IG: @mas.azamuddin
FB: fb.me/script.holic
Email: mas.azamuddin@gmail.com
Homepage: azamuddin.com